ImageTidak semua mainan anak dapat mencerdaskan otaknya. Sebagai orang tua tentu Anda harus selektif ketika akan membelikannya. Pada artikel kali ini Anda akan disajikan berbagai contoh aneka mainan yang mencerdaskan anak usia 2-5 tahun.

Beberapa contoh mainan berikut ini mungkin ada yang cocok untuk perkembangan buah hati Anda:

Bermain sepeda Bermain sepeda dapat menguatkan otot tangan dan kaki dan meningkatkan koordinasi tangan dan kaki, serta mata pada anak. Dengan bersepeda maka anak akan mempunyai keterampilan dalam menggerakkan tubuhnya. Keterampilan inilah salah satu komponen kecerdasan fisik.

 Puzzle Bermain puzzle akan merangsang otak anak untuk berfikir dalam menyusun kembali potongan-potongan bentuk gambar sehingga membentuk sebuah gambar yang utuh. Dengan bermain puzzle anak akan memiliki kecerdasan dalam mengenali bentuk bangun dan ruang. Agar menambah wawasan, usahakan gambar dalam puzzle tersebut merupakan gambar benda yang ada disekitarnya misal gambar binatang, buah-buahan, perabotan rumah dan lain sebagainya.
    

Boneka dan mainan yang dapat berbicara Boneka yang dapat berbicara jika dipencet dapat membantu anak dalam mengenali kosakata sehari-hari. Ada juga mainan seperti Ipad yang layarnya berisi sekumpulan huruf yang jika dipencet maka akan berbunyi huruf yang dimaksud. Penggunaan mainan tersebut dapat melatih kecerdasan verbal seorang anak.

   

Musik box, piano dan gitar anak-anak Musik box merupakan sebuah kotak yang jika dibuka maka akan mengeluarkan suara musik instrumen. Dengan mendengarkan musik instrumen ini akan merangsang anak dalam memahami alunan musik. Sedangkan penggunaan alat musik seperti piano dan gitar anak-anak dapat merangsang anak untuk mengolah dan memainkan nada. Keterampilan inilah salah satu penyusun kecerdasan musikal.
 

Bermain kemah di dalam rumah Kegiatan kemah di dalam rumah cukup mengasyikkan bagi anak-anak. Dengan berkemah, anak akan belajar mengenal bentuk tenda, peralatan tidur seperti kasur dan bantal. Selain itu anak akan belajar mandiri bagaimana cara menata peralatan tidur dan tidur sendiri di dalam tenda. Dengan begitu lambat laun anak akan memiliki kecerdasan kepemimpinan.
   

Pernak pernik angka Pernak pernik angka dapat Anda pasang di kamar tidur anak maupun ditempelkan pada lemari es, ruang bermain anak dan tempat strategis lainnya. Sambil bermain, ajak anak Anda berhitung dengan cara mengucapkan angka-angka yang terdapat dalam pernak pernik angka. Dengan begitu anak akan memiliki kecerdasan numerik yang luar biasa.

Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa aneka mainan yang mencerdaskan anak usia 2-5 tahun sangat membantu sekali bagi orang tua yang menginginkan anaknya cerdas di kemudian hari. Oleh karena itu sebagai orang tua ajarkan mulai dari sekarang beberapa mainan tersebut

Menurut Sani B. Hermawan, psikolog dan direktur Lembaga Psikologi Daya Insani, tahun pertama hingga ketiga usia anak (baca: 1-3 tahun: Usia Penting Tumbuh Kembang Anak) merupakan periode emas kehidupan anak untuk bertumbuh dan berkembang. Pada usia tersebut, anak sedang dalam proses membentuk dirinya. Pengembangan kognisi serta emosi pada usia dini ciptakan fondasi paling hakiki si kecil. Peran orangtua di sini sangat penting, mulai dari pemberian nutrisi yang lengkap dan seimbang, hingga membantu si kecil mencapai perkembangan mental dan daya kognisi yang optimal (baca: 5 Aspek Perkembangan Anak)

Dilanjutkan Sani, dalam acara “Wall of Gain Moment”, peluncuran kemasan baru susu Gain Plus dan Gain School dari Abbot beberapa waktu lalu di Mall of Indonesia, Minggu, 30 Januari 2011, potensi anak bisa digali lewat stimulasi. Berikut ini 5 cara untuk menstimulasi potensi anak, yakni:

1. Permainan gerak atau permainan fungsi
Yaitu permainan yang dilaksanakan dengan gerakan tujuan melatih fungsi organ tubuh dan panca indera. Misal: melempar benda, menggerak-gerakkan kaki, meremas benda, identifikasi suara, bunyi, dan lainnya.

2. Permainan fantasi/peran
Yaitu permainan yang dipengaruhi oleh fantasi seorang anak. Misal: berperan sebagai ayah/ibu, dokter, nelayan, dan lain sebagainya.

3. Permainan problem solving
Permainan yang mengandung kecerdasan/keterampilan berpikir. Yang melibatkan penyelesaian masalah, misalnya; menjawab teka-teki atau menemukan jawaban dalam suatu masalah, dan lainnya.

4. Permainan bentuk
Mencoba membentuk (konstruktif) suatu karya atau memugarnya (destruktif) suatu karya karena ingin mengetahui komponen atau ingin mengubahnya.

5. Permainan kelompok (team work)

Contoh, membuat yel-yel atau membangun menara

 

sumber : kompas.com

ImageJangan remehkan aktivitas bermain anak. Tampaknya memang kegiatan itu hanya pengisi waktu luang, tetapi ketika si kecil bermain rumah-rumahan atau menyusun balok-balok, mereka sedang membangun keterampilan hidup yang krusial. Manfaat lainnya adalah menyiapkan otak mereka untuk tantangan yang kelak akan dihadapinya.

Sayangnya, para pakar perkembangan anak mengatakan, saat ini waktu bermain anak-anak semakin berkurang. Oleh karena itu, kami sajikan 5 bukti ilmiah dari manfaat bermain untuk buah hati Anda. Semoga setelahnya Anda bersemangat untuk meluangkan waktu bermain bersama mereka.

 1. Berperilaku lebih baik

Menurut studi tahun 2009 yang dimuat dalam jurnal Pediatrics, anak-anak berperilaku lebih baik di kelas ketika mereka punya waktu lebih banyak untuk bermain di taman. Para ilmuwan mengukur penilaian para guru terhadap perilaku murid berusia 8-9 tahun di sekolah. Perilaku yang dibandingkan adalah antara anak yang diberi waktu istirahat dan tidak.

Anak-anak yang memiliki waktu istirahat 15 menit di sela pelajaran memiliki perilaku yang lebih baik selama di kelas. Sayangnya lebih dari 10.000 anak dalam penelitian ini hanya memiliki waktu jeda kurang dari 15 menit setiap harinya.

2. Bekerja dalam tim

Bermain juga mengajarkan anak berempati. Dengan bermain dalam kelompok anak akan belajar memperhatikan perasaan orang lain. Aktivitas bermain juga membuat anak belajar mengatur emosinya, keterampilan yang sangat membantunya menghadapi masalah di masa depan.

3. Banyak bergerak

Asosiasi Penyakit Jantung Amerika merekomendasikan anak-anak berusia di atas dua tahun harus melakukan aktivitas fisik yang disukainya sedikitnya sejam setiap hari. Bukti ilmiah juga menunjukkan anak yang aktif akan tumbuh menjadi orang dewasa yang aktif dan lebih menyukai olahraga.

4. Meningkatkan kemampuan belajar

Sebuah riset tahun 2009 yang dipublikasikan dalam Journal of School Health menemukan makin baik hasil tes aktivitas fisik anak, makin bagus pula kemampuan tes akademik mereka. Walau terkesan main-main namun dari berbagai permainan yang dilakukannya sebenarnya anak bisa belajar banyak hal, seperti matematika dan kemampuan berbahasa.

5. Membuat gembira

Bermain merupakan dunia anak. Kegembiraan dari aktivitas permainan telah diteliti oleh kelompok peneliti di sekolah lingkungan miskin yang anak-anaknya banyak yang putus sekolah. Mereka mengajarkan anak-anak aneka permainan di taman bermain. Hasilnya diketahui anak-anak merasa lebih aman dan merdeka setelah bermain. Seperti halnya orang dewasa yang butuh waktu jeda untuk melepaskan tekanan, anak-anak juga.

 

 
Sumber :
LiveScience
 
Editor :
Asep Candra

Aside  —  Posted: August 2, 2013 in Uncategorized

Image

Nah, ini adalah tema yang sering ditunggu-tunggu oleh orangtua dan juga sering banyak dikeluhkan orangtua.“Kenapa anak saya ngga senang belajar, maen aja seharian”, keluh seorang Ibu yang hadir diseminar saya. Para pembaca, percayakah Anda bahwa kehidupan sejati kita manusia adalah seorang pembelajar? Tapi kita sering memberikan perlakuan yang tidak menyenangkan saat anak belajar (secara tidak sadar) bahkan dulu kita pun mungkin diberikan stimulasi yang salah sehingga belajar itu tidak menyenangkan.

Misalnya, saat anak kita bayi dan berumur 1 tahun. Dia ingin memasukan semua barang yang dapat ia pegang ke dalam mulutnya, benar? Nah yang kebanyakan orang lakukan saat itu adalah berkata “eh… itu kotor, ngga boleh”sambil menarik barang tersebut. Sebenarnya ini adalah perilaku dasar pada saat seorang anak belajar. Kemudian saat dia mulai bisa berjalan, mulai ingin tahu lebih banyak tentang lingkungan sekitar, semakin banyak larangan yang dikeluarkan oleh orangtua ataupun pengasuh. Mungkin karena lelah menjaga anak seharian, sehingga banyak larangan yang dikeluarkan. Padahal ini adalah keinginan mereka untuk tahu (belajar) lebih banyak, mengisi database di otaknya yang masih kosong dan perlu diisi.

Saat mulai bisa berbicara, bertanya ini dan itu. “Ini apa? Kenapa?” Jawaban yang diterima “lha tadi sudah tanya, tanya lagi dasar cerewet” mungkin saat itu pengasuh dan orangtua sedang lelah juga saat menjaganya sehingga malas dan capek untuk memberikan penjelasan dan ini adalah proses belajar seorang anak. Ada barang baru dirumah dan anak ingin memegangnya atau mengetahui lebih dekat, maka kita orangtua dan pengasuhnya menjauhkan barang tersebut darinya, dengan dalih nanti rusak karena barang mahal.

Dari sepenggal contoh diatas dimana ini adalah pengalaman nyata dari saya dan beberapa klien, siapakah yang membuat anak menjadi malas belajar?

 

Berikutnya ada seorang anak berusia 8 tahun, sebut saja Aji. Orangtuanya sangat mengeluhkan, bahwa anaknya tidak suka belajar dan sudah mendapat peringatan dari gurunya jika tidak ada perubahan sikap maka kemungkinan besar Aji tidak naik kelas. Saat bertemu, saya yakin Aji adalah anak yang luar biasa. Sesaat saya bertanya tentang hobi dan kesukaannya saat bermain, dengan cepat saya mengetahui anak ini luar biasa. Sebab setelah saya Tanya tentang hobinya ternyata sepak bola, dan tim kegemarannya adalah Arsenal (Liga Inggris). Dan Aji, hafal seluruh pemain inti dan cadangan Arsenal, berikut pelatih dan asistennya serta nomor punggung pemain, tanggal ulang tahun pemain serta daftar pencetak goal dan assist (pemberi umpan) dan point klasemen liga dan urutannya. Gila, luar biasa! (dalam hati saya) Ngga ada yang salah sama hardware (otaknya), tapi masalahnya sama Software.

Satu orang anak yang sama, otaknya kalau dibuat belajar pelajaran disekolah tidak berfungsi (berhitung, menghafal) tetapi hafal seluruh pemain Arsenal. Apa anak ini bodoh? Tentunya Anda sepaham dengan saya, jawabanya adalah tidak. Anak ini pandai luar biasa. Hanya saja salah perlakuan sehingga ia malas dan tidak suka belajar.

Lalu apa yang saya lakukan untuk mengubah agar software menjadi baik dan membuat anak ini agar mudah belajar?  Yang saya perbaiki orangtuanya dahulu, sebab untuk anak seusia Aji, jika terdapat masalah dalam hidupnya berarti orangtua yang akan membantu untuk mengatasi masalah anak tersebut. Saya mengajarkan bagaimana berkomunikasi dengan anak dan sifat dari pikiran anak, serta pentingnya menomor satukan cinta dalam mendidik anak, yang semuanya akan sangat panjang jika saya jelaskan disini.

Berikutnya adalah tips bagaimana agar, anak kita menjadi rajin dan mudah sekali belajar dan sekolah.

1. Saat pulang sekolah tanyakan “hai sayang, apa yang menyenangkan hari ini disekolah?” Otomatis otak anak akan mencari hal-hal yang menyenangkan disekolah dan ini secara tidak langsung akan memberitahu sang anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.

2. Saat anak tidur (Hypnosleep), katakan “makin hari, belajar makin menyenangkan”, “sama halnya dengan bermain, belajar juga sangat menyenangkan”, “mudah sekali bagimu untuk belajar (berhitung, menghafal dll)”.

3. Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak tersebut) misal: dengan mempelajari perkalian, maka saat liburan naik kelas nanti nanti kamu bisa menghitung berapa harga barang yang akan kamu beli di Singapore dan kamu bisa membandingkannya dengan harga di Indonesia. Jika kamu menguasai conversation dalam bahasa inggris maka kamu akan sangat mudah berkomunikasi dengan pelatih sepak bolamu yang dari Thailand.

4. Mintalah guru les pelajarannya (jika ada), sering-sering mengatakan bahwa anak kita adalah anak yang hebat dan luar biasa. Pujian yang tulus dan memompa semangatnya jauh lebih penting dari pada mengajarkan tehnik-tehnik berhitung dan menghafal  yang cepat. Mintalah bantuan orang-orang sekitar termasuk guru untuk meningkatkan harga diri anak kita.

5. Jika anak kita masih kecil dan masih suka dibacakan dongeng, bacakan dongeng dengan posisi memangku dia (dengan posisi yang nyaman, serta memudahkan kita orangtua untuk memberikan ciuman kasih sayang atau pelukan sayang) tujuannya agar anak mengkaitkan membaca buku dengan rasa cinta dari orangtua dan buku adalah hal yang sangat menyenangkan.

6. Gunakan surat rahasia dari orangtua kepada anak, kita bisa berkata “nak, Ibu telah meletakan surat rahasia buat kamu. Cuma kamu dan ibu yang tahu isinya. Ibu letakan dibawah bantal tidurmu, bacalah setelah makan ya”. Isinya bisa berupa kata-kata yang menyemangati anak dalam kegiatan belajar dan sekolahnya.

 

Timothy Wibowo

Kata orang mempunyai anak yang dikaruniai kepintaran, kecerdasan dan jenius adalah anugrah. Menurut saya anugrah tersebut berawal dari seorang anak yang mempunyai orang tua yang cerdas yang dapat membimbing seorang anak sehingga menjadi pintar dan cerdas, Terlebih lagi anugrah yang lain yaitu menempati lingkungan yang sangat mendukung, Sepeti halnya asuransi yang menjamin keselamatan dan kesuksesan seseorang. Berikut ini adalah Tips/Trik 7 Cara Membuat Anak Pintar dan Cerdas.
Image
 
  1. Pemberian ASI, Air Susu Ibu sangat baik untuk awal kecerdasan anak. Anak yang dari kecil diberi ASI mempunyai perkembangan otak yang lebih cepat dibandingkan dengan anak yang non ASI.
  2. Seringnya Bermain, Bermain merupakan salah satu cara yang paling ampuh untuk mengasah perkembangan dan kemampuan otak. Upayakan anak agar lebih sering sering bermain dengan banyak teman dan pilih jenis permaian untuk mengasah otak seperti Puzzle.
  3. Bimbing Anak Agar Percaya Diri, Seorang Anak yang memiliki rasa percaya diri tentunya akan menciptakan rasa ingin tahu yang berlebih. Sering ajak anak keluar rumah sehingga anak dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Ketahui Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Sejak Usia Dini yang benar dan tepat.
  4. Musik, Jika Anak memang tidak mempunyai bakat musik tidak masalah. Cukup dengan seringnya mendengarkan musik maka Otak anak anak relaksasi dan mudah untuk tanggap jika diajak berbicara.
  5. Olahraga, Olahraga baik untuk kesehatan jasmani dan rohani. Biasakan anak berolahraga rutin pada pagi ataupun sore hari. Olahraga akan membentuk anak yang sehat, mandiri dan bermental baja.
  6. Sarapan Sehat, Konsumsi makanan sehat sangat baik untuk pertumbuhan badandan otak anak. Latih anak agar mau mengkonsumsi sarapan pagi yang sehat untuk memaksimalkan pertumbuhan badan dan otak.
  7. Budaya Membaca, Usia Anak-anak adalah usia yang paling mudah dan bagus untuk merekam ataupun mengingat sesuatu. Membaca merupakan salah satuCara Meningkatkan Rasa Ingin Tahu Anak. Tidak hanya itu saja, dengan anak memiliki minat membaca yang tinggi anak tersebut akan lebih mempunyai daya ingat yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang kurang senang membaca.